<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492</id><updated>2011-09-28T09:06:54.222-07:00</updated><title type='text'>Teras Dunia</title><subtitle type='html'>Manusia hidup karena kasih sayang..tidak ada daya upaya kecuali karena rahmat-Nya.

Hidup adalah perjuangan, hidup adalah pelajaran.

Maka ingat juga,
Rasul menunggu di telaga, adinda menunggu di surga</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-3975714121878196441</id><published>2007-03-24T09:59:00.000-07:00</published><updated>2007-03-24T10:00:59.608-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BLOG INI DITUTUP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-3975714121878196441?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/3975714121878196441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=3975714121878196441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/3975714121878196441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/3975714121878196441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2007/03/blog-ini-ditutup.html' title=''/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-117162235614773833</id><published>2007-02-16T02:38:00.000-08:00</published><updated>2007-02-16T02:39:17.130-08:00</updated><title type='text'>Di Tengah Badai</title><content type='html'>Bayangkan, saya pikir kita tidak lagi jauh berbeda dengan pola studi di luar negeri. Ini minggu pertama saya mulai semester enam di jurusan tercinta, Hubungan Internasional. Semua kelas yang saya ambil diisi dengan kontrak belajar: semacam kesepakatan (yang sebenarnya tidak seimbang) antara dosen dan mahasiswa tentang bagaimana kita menjalani perkuliahan selama satu semester ini. Selain aturan-aturan dan besaran presentase nilai yang akan diberikan, dosen juga memberikan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh peserta mata kuliah yang bersangkutan. Ini yang menjadi masalah. Baru satu minggu saja saya sudah merasa kuliah di Flinders University atau bahkan University of Wales, Aberystwith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran saja, untuk mata kuliah Globalisasi, tiap minggu kita (peserta mata kuliah) harus membuat review dari artikel yang diberikan secara berurutan. Jumlahnya sih tidak banyak, minimal lima halaman dengan margin standar (A4, TNR, spasi 1,5). Yang rasanya bikin kerjaan ga bisa langsung selesai adalah artikelnya yang banyak. Artikel banyak berarti yang dibaca harus banyak dan itu berarti akan memakan waktu yang tidak sedikit. Belum lagi mata kuliah Analisis Politik Luar Negeri 2 yang harus buat tugas mingguan sebanyak 1500 kata. Juga kuliah Keamanan Global 1. Mata kuliah Pemikiran Politik Indonesia, dengan Pak Wawan, juga mengharuskan tugas mingguan, meski dikerjakan secara berkelompok (guys, sometimes problem comes from this kind of assignment..). Belum mata kuliah lain. Yang lebih menarik, hampir semua menghendaki tugas akhir yang ga main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So....let me think! I'am going to study abroad.. It means that I have to be familiar with this kind of things. Even actually this is a very good "training centre" for me to exercise myself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan moral: kadang ketika semangat berlebihan, pengharapan pun turut berlebihan..sehinggat ketika tidak sesuai dengan harapan...U can guess it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret coba ke Australia, April coba ke Kanada, Oktober ke Jepang..komplit dah...btw, masalahnya, bakal ada yang nyangkut ga???^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anggi..u are even braver than me..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-117162235614773833?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/117162235614773833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=117162235614773833' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/117162235614773833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/117162235614773833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2007/02/di-tengah-badai.html' title='Di Tengah Badai'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116945217856681989</id><published>2007-01-21T23:40:00.000-08:00</published><updated>2007-01-21T23:49:38.826-08:00</updated><title type='text'>Kembali Fokuskan Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika saya hendak mengeluarkan apa yang memang seharusnya keluar dari tubuh manusia, ketika ruangan yang biasanya tidak berair itu menjadi sangat menyenangkan, ketika akhirnya saya putuskan menunda melakukannya, saya menerima sebuah telepon dengan nomor Jakarta. Saya hanya menjawab "Halo" tanpa berani mengeluarkan kata salam karena memang sedang berada di toilet kampus. Selanjutnya saya terperanjat, rasa bahagia melonjak-lonjak. Ini sebabnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News&lt;br /&gt;Opini&lt;br /&gt;SUARA MAHASISWA, Mengembalikan Fokus ASEAN&lt;br /&gt;Sabtu, 20/01/2007&lt;br /&gt;TIDAK terasa, ASEAN (Association of South East Asian Nations) kini telah berusia 40 tahun. Organisasi regional negara-negara Asia Tenggara bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat negara anggotanya melalui kerja sama dalam bidang ekonomi,sosial,dan budaya.&lt;br /&gt;Tetapi dalam beberapa kasus, ASEAN gagal menjadi media penyelesaian masalah internal kawasan. Sebut saja proses demokratisasi yang tersendat di Myanmar dan kasus Sipadan- Ligitan antara Indonesia dan Malaysia, yang mencuat beberapa tahun lalu dan berakhir dengan keputusan Mahkamah Internasional (International Court of Justice) bahwa kedua pulau di ujung timur Kalimantan itu masuk dalam wilayah Malaysia. Ada apa dengan ASEAN?&lt;br /&gt;Mengapa organisasi yang kini bermitra dengan beberapa negara seperti Cina, Korea Selatan, dan Jepang ini tidak berhasil menjadi media penyelesaian masalah negara-negara anggotanya? Apakah yang perlu menjadi prioritas ASEAN? Bisa dikatakan bahwa ASEAN telah kehilangan fokusnya. Negara-negara anggota kini lebih banyak berusaha menjawab tantangantantangan yang bersifat kekinian,seperti perdagangan bebas dan terorisme, dan kurang memperhatikan tujuan mendasar pembentukan organisasi tersebut.&lt;br /&gt;Keinginan untuk mewujudkan ASEAN Security Community merupakan salah satu bukti bahwa perhatian negara-negara ASEAN sudah mulai menyebar, jika tidak berubah. Meskipun masalah-masalah baru yang menjadi tantangan kini tidak bisa diabaikan, negara-negara anggota sudah seharusnya menjawab tantangan itu dengan selalu berlandaskan pada cita-cita mencapai kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina, Sabtu lalu,Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menekankan kembali empat hal yang harus menjadi perhatian kerja sama ASEAN, satu di antaranya masalah terorisme. Meskipun empat hal ini perlu mendapat sorotan,keempat hal ini akan menjadikan ASEAN kembali kehilangan fokus yang berdampak pada lemahnya efektivitas kesepakatan yang dihasilkan. ASEAN seharusnya menjadikan peningkatan intensitas interaksi antarmasyarakat negaranegara anggota sebagai fokus kerja sama.&lt;br /&gt;Kerja sama ini penting,sebab dengan begitu,integrasi yang terjadi akan semakin tinggi pula. Mereka akan semakin mudah bertukar informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kegiatan perdagangan pun akan semakin mudah dilakukan sehingga mendorong kegiatan ekonomi di kawasan itu sendiri.&lt;br /&gt;Bentuk nyata kerja sama ini, misalnya pemasaran alat transportasi dan komunikasi dengan harga terjangkau, penambahan jalur transportasi antarnegara ASEAN, dan kemudahan administratif dalam hal keimigrasian. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat Asia Tenggara dapat terwujud dari dalam tanpa bergantung pada negara-negara besar. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDI KURNIAWAN SUPANGAT Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga bisa memacu semangat kita semua. Aamiin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buruan cari toilet!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116945217856681989?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116945217856681989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116945217856681989' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116945217856681989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116945217856681989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2007/01/kembali-fokuskan-diri.html' title='Kembali Fokuskan Diri'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116814185126750102</id><published>2007-01-06T19:49:00.000-08:00</published><updated>2007-01-06T19:50:51.563-08:00</updated><title type='text'>America Is America</title><content type='html'>Sometimes I found writings talking about the fall of United States of America (USA). Despite I found them convincing, I'm still questioning the probability of it. What I can conclude is that USA is build on a very strong base economically and socially. All of them are bounded in a way called "USA is USA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Economically, no body deny that it has a wide and strongest economy in the world, although there are some challangers such as european countries and Japan. American has many multinational corporations overseas. In their own country, they have many to do in making money. This condition is supported by social cohesiveness built through cultural process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 155px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px; TEXT-ALIGN: center" height="232" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3388/2088/320/373601/picture.jpg" width="166" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Socially, they really concern to the volunteer activities. They develop their own society by creating many encouraging activities which can be participated by many part of social stratifications. The sytem they developed is cross subsidy, which the rich pay the fee and it will support the participation of the poor who are not pursued to pay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here, we see that USA will still USA which is strong and influencing in international community. It needs a very powerfull bomb to ruin a huge building, doesn't it? And United States does it job. A way that we have to learn about.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Thanks to Mas Phillips for the article. It inspires me.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.:Budi:.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116814185126750102?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116814185126750102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116814185126750102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116814185126750102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116814185126750102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2007/01/america-is-america.html' title='America Is America'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116732669200618030</id><published>2006-12-28T09:24:00.000-08:00</published><updated>2006-12-28T09:24:52.370-08:00</updated><title type='text'>Roti Pisang Keju</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3388/2088/1600/27656/rasyd.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3388/2088/320/28108/rasyd.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya pikir ini satu dari malam paling dinamis yang pernah saya jalani. Jam 11 sudah harus menyelesaikan banyak hal, tidak biasa. Sambil duduk disamping bungkusan pisang bakar berbalut roti, yang juga dibakar, dimeriahkan taburan keju. Pelarutnya wedang jahe. Moga cukup untuk modal esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan mungkin akan ada beberapa tulisan pendek refleksi hati yang sedikit-sedikit larut dalam "&lt;em&gt;sama'&lt;/em&gt;". Sekarang saya hanya ingin membangun kulit, sekedar penampakkan dari jiwa yang mencari damai namun terlalu tergesa-gesa, mudah diselewengkan, mudah tergoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei..! Bayangkan setangkai bunga sepatu di pinggir sungai. Ia diam sejuk, lalu tak berkata bahwa sarinya menempel di putik. Hanya kumbang yang menghampirinya. Dan gadis desa yang polos sambil berdendang kesepian. Saya mungkin tak akan menghampiri tumpukan sampah jika tak bodoh. Maka semoga kita bisa &lt;em&gt;mati sebelum mati&lt;/em&gt;. Lepaskan saja urusan raga. Ia penting pada kepentingannya, saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roti, pisang, keju. Raga untuk jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116732669200618030?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116732669200618030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116732669200618030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116732669200618030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116732669200618030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/12/roti-pisang-keju.html' title='Roti Pisang Keju'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116468612059830479</id><published>2006-11-27T19:54:00.000-08:00</published><updated>2006-11-27T19:55:24.593-08:00</updated><title type='text'>Merubah Dunia, Merubah Diri</title><content type='html'>Saya punya impian dalam belajar saya. Saya ingin memasukan konsep "nafsu" ke dalam studi hubungan internasional. Saya yakin konsep ini bisa membantu para penstudi Hubungan Internasional menganalisis fenomena yang terjadi. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah apa yang terjadi saat ini. Perang di Timur Tengah sarat dengan kepentingan individu yang dimaktubkan sebagai kepentingan nasional. Apakah potensi krisis minyak di Amerika mendorong rakyat Amerika untuk memberi persetujuan pada pemerintahnya untuk menyerang Irak? Tidak tentu saja. Ini karena strategi pejabat tertentu AS yang ingin mengamankan dan menambah keuntungannya dengan menguasai Irak. Mengapa manusia yang memegang kewenangan mengeluarkan kebijakan itu bisa demikian? Jawabannya, karena mereka tidak mampu mengendalikan nafsu: nafsu yang mengendalikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak nampak di mata mereka hampir setiap hari air mata anak kecil dan para wanita membasahi bumi Irak? Tapi mereka tetap saja ingin mempertahankan apa yang sekarang mereka sebut sebagai misi yang baik. Manusia yang tidak dikendalikan nafsu akan bisa melihat betapa kesedihan-kesedihan itu bisa saja mengena pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, bagaimana mengubah dunia? Mari rubah diri untuk tidak dikendalikan nafsu. Mari saling membantu untuk itu, karena kebaikan yang tidak terorganisasi akan bisa dikalahkan oleh keburukan yang terorganisasi. Kaum yang telah terbutakan oleh nafsu bergandeng tangan menjadikan orang-orang lain juga seperti mereka, dikendalikan nafsu, melalui berbagai cara, termasuk tayangan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita bersama-sama belajar mengendalikan nafsu, dan nantinya mengendalikan 'orang yang dikendalikan nafsu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116468612059830479?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116468612059830479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116468612059830479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116468612059830479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116468612059830479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/11/merubah-dunia-merubah-diri.html' title='Merubah Dunia, Merubah Diri'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116468439451080643</id><published>2006-11-27T19:16:00.000-08:00</published><updated>2006-11-27T19:26:35.073-08:00</updated><title type='text'>Istirahat</title><content type='html'>Beberapa hari lalu saya merasa terus dikejar waktu. Begitu banyak hal yang harus dilakukan. Sampai-sampai saya begitu meyakini bahwa dengan menghabiskan sebotol pocari sweat berarti saya tidak mengenyampingkan kesehatan tubuh. Yang terjadi, ketika semua menghendaki kehadiran saya: makan malam yang indah, seminar nasional dan internasional, presentasi karya tulis, penulisan artikel, sampai diskusi di ruang kelas, malah cacar yang mendatangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, saya harus benar-benar istirahat total. Sebenarnya, saya malah bisa tidak beristirahat ketika saya benar-benar lepas dari kehidupan yang biasa saya jalani. Bayangkan, kegiatan yang biasanya mulai pagi sampai malam (kadang harus mengajar malam), kini mendadak menghilang sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga banyak hikmah yang bisa saya ambil dan, yang paling saya inginkan, proses ini bisa menjadi proses penyucian diri bagi hati dan diri ini. Semoga semangat terbaharui, usaha tergerak pasti, kemenangan bisa diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan baca tulisan kang philips di blognya yang wordpress. Bagus sekali. Saya punya impian setelah nanti diterima di deplu saya bisa melanjutkan kuliah di luar (kalo ga Aussie ke US aja kali ya..). Yang jelas, impian saya bisa menggunakan ilmu yang saya peroleh untuk kemanfaatan yang bisa didapat orang banyak. Semoga. Allah pasti mendengar doa hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116468439451080643?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116468439451080643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116468439451080643' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116468439451080643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116468439451080643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/11/istirahat.html' title='Istirahat'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116248862917414290</id><published>2006-11-02T09:17:00.000-08:00</published><updated>2006-11-02T09:30:31.190-08:00</updated><title type='text'>Menuju Jam Satu Pagi di Warung Makan</title><content type='html'>"Tai loe Di..! Loe kan ga usah ngomong ke dia!!". Ups..percakapan di depan bangku tempat saya menikmati nasi gila (yang ternyata nasinya masih sebanyak itu juga) tiba-tiba menarik perhatian saya lebih dalam pada obrolan dua pria itu. Keduanya nampak sahabat akrab. Tapi entah, sahabat akrab kini lebih sering diikat dengan kata-kata menjijikan: 'tai' , 'anjing'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama tiba-tiba saya merasa ingin menangis. Terlalu capek nampaknya..(tapi ko masih sempet mampir warnet ya??). Ingin menangis setelah membaca buku Jean Baudrillard, setelah berdiskusi dengan Rina dan Kang Bayu, setelah menanti peserta kursus Bahasa Inggris yang tidak kunjung datang, setelah mengajar kelas yang minta ampun nakalnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di warnet ini lagunya lembut sekali. Membangun suasana yang damai. Malam telah larut dan beranjak pagi..(emang udah pagi). Saya sangat menikmati ini dan ingin lebih menikmatinya. Tidak dengan menggandeng seorang gadis cantik di taman bunga, tidak dengan menembus bumi untuk mengenyangkan perut semata dan memuaskan nafsu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung makan tempat yang sangat sederhana. Ada gerobak, peralatan masak, bahan dan bumbu masakan. Ada bayangan euforia muda-mudi bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116248862917414290?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116248862917414290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116248862917414290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116248862917414290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116248862917414290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/11/menuju-jam-satu-pagi-di-warung-makan.html' title='Menuju Jam Satu Pagi di Warung Makan'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116220437313587803</id><published>2006-10-30T02:15:00.000-08:00</published><updated>2006-10-30T02:32:53.466-08:00</updated><title type='text'>It's Hard to Say 'OK'</title><content type='html'>When my heart can not stay calm, I wrape myself in a bias circumstance. Many questions appear, I always try to answer it by saying 'I don't know'. Why am I too crazy on thinking over whether tomorrow still mine and so does today? Like a thin butterfly in a very beatiful garden yet full of burden to touch even one of rose crown. I saw and see it, but I handle it invisible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So just one path in peace I've to go through, in guiding of my beloved guide. That path is not real. Just when I clean myself up I can be the part of it. To be a dust with other thousands of dust, like Rumi beside me... Free from wrapeness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;In Syawal I walk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Budi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116220437313587803?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116220437313587803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116220437313587803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116220437313587803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116220437313587803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/10/its-hard-to-say-ok.html' title='It&apos;s Hard to Say &apos;OK&apos;'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116095758750603257</id><published>2006-10-15T17:01:00.000-07:00</published><updated>2006-10-15T17:13:07.893-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Ceria A3</title><content type='html'>Selama dua hari lalu (Sabtu &amp; Minggu, 14 &amp;amp; 15 Oktober 2006) kompleks kosan Avicena-Averous-Azahra mengadakan kegiatan Ramadhan yang diberi tema "Ramadhan Ceria A3". Alhmdulillah, acaranya berlangsung lancar, meski masih terdapat kekurangan di beberapa bagian. Kekurangan itu misalnya &lt;em&gt;miscom&lt;/em&gt; antara Pak RW, Pak RT, dan warga. Panitia sudah memberitahukan ke Pak RW supaya warga diminta hadir pukul 9 pagi. Ternyata sampai jam 10.30 belum ada satu pun warga yang datang. Setelah dicek lagi, ternyata Pak RW dan Pak RT hanya mengumumkan kegiatan yang dilaksanakan sore hari (kegitan di hari Sabtu ada dua, pagi dan sore).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seneng banget! Panitia nyiapinnya beneran loh..banyak tempelan, kartun di sana-sini. Ada nonton bareng, ada taman bacaan, pengobatan gratis, penyuluhan. Ada juga gantungan burung-burungan dari kertas..yang bikin akhwat2nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotonya juga banyak. Insya Allah, moga bisa, saya masukan ke blog. Ga tau, pagi ini udah di beresin belum ya, terpalnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups..ok, mau siap2 buat kuliah. Jam 9.40 siy, tapi pengen 'nongkrong' dulu di kampus, cari amal, he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NB: inspiring morning. Surely, &lt;em&gt;i'tikaf&lt;/em&gt; is refreshing, ustadz (who?) said. Thanks for the blog, Pak Philips and friends. Someday my blog should be in your list..he..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116095758750603257?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116095758750603257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116095758750603257' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116095758750603257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116095758750603257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/10/ramadhan-ceria-a3.html' title='Ramadhan Ceria A3'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116083158847570326</id><published>2006-10-14T06:12:00.000-07:00</published><updated>2006-10-14T06:13:10.006-07:00</updated><title type='text'>Why Japan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/sakura.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/sakura.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Why Japan?". Itu pertanyaan pertama dari salah satu penyeleksi Jumat itu. Menarik! Sungguh menarik! Saya pikir pertanyaan itu sangat berbobot, meski hanya terdiri dari dua kata. Mulailah 'cerita' yang sudah saya siapkan mengalir dari bibir ini. Awalnya saya berusaha untuk mengatur kalimat sehati-hati mungkin. Pengalaman, saya sering mendapatkan jawaban yang -saya pikir- lebih tepat setelah saat-saat menegangkan di mana jawaban itu sangat dibutuhkan. So, why Japan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau munafik dengan mengatakan bahwa saya tidak tertegun melihat perkembangan Cina dan India (utamanya Cina). Tapi, selain saat itu Jepang adalah objek pembicaraan, saya juga melihat sebenarnya orang sedang ternina bobo oleh euforia keajaiban Cina dan India, setelah sebelumnya New Industrialized Countries (NICs). Kenyataannya, Jepang makin memperluas pengaruhnya selain melalui kekuatan ekonomi yang menakjubkan yaitu dengan pengaruh budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, banyak remaja kini gemar anime, film-film kartun buatan Jepang. Sisanya, namun tidak jarang juga dari mereka, menyukai musik-musik Jepang, mengikuti mode remaja Jepang, mengumpulkan aksesori berbau Jepang, hingga mengambil kursus Bahasa Jepang demi bisa memahami berbagai produk Jepang (film, komik, lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second phase of influence spread? Jepang kini tetap semenarik Jepang dahulu. Meski demikian, 'keengganan' Jepang untuk melampaui pengaruh Amerika Serikat terus memunculkan pertanyaan di benak saya: Tidak maukah Jepang menguasai dunia seperti harapannya kala Perang Dunia II?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116083158847570326?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116083158847570326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116083158847570326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116083158847570326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116083158847570326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/10/why-japan_14.html' title='Why Japan?'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-116083148697187610</id><published>2006-10-14T06:05:00.000-07:00</published><updated>2006-10-14T06:12:25.643-07:00</updated><title type='text'>Why Japan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/sakura.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/sakura.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Why Japan?". Itu pertanyaan pertama dari salah satu penyeleksi Jumat itu. Menarik! Sungguh menarik! Saya pikir pertanyaan itu sangat berbobot, meski hanya terdiri dari dua kata. Mulailah 'cerita' yang sudah saya siapkan mengalir dari bibir ini. Awalnya saya berusaha untuk mengatur kalimat sehati-hati mungkin. Pengalaman, saya sering mendapatkan jawaban yang -saya pikir- lebih tepat setelah saat-saat menegangkan di mana jawaban itu sangat dibutuhkan. So, why Japan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau munafik dengan mengatakan bahwa saya tidak tertegun melihat perkembangan Cina dan India (utamanya Cina). Tapi, selain saat itu Jepang adalah objek pembicaraan, saya juga melihat sebenarnya orang sedang ternina bobo oleh euforia keajaiban Cina dan India, setelah sebelumnya New Industrialized Countries (NICs). Kenyataannya, Jepang makin memperluas pengaruhnya selain melalui kekuatan ekonomi yang menakjubkan yaitu dengan pengaruh budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, banyak remaja kini gemar anime, film-film kartun buatan Jepang. Sisanya, namun tidak jarang juga dari mereka, menyukai musik-musik Jepang, mengikuti mode remaja Jepang, mengumpulkan aksesori berbau Jepang, hingga mengambil kursus Bahasa Jepang demi bisa memahami berbagai produk Jepang (film, komik, lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second phase of influence spread? Jepang kini tetap semenarik Jepang dahulu. Meski demikian, 'keengganan' Jepang untuk melampaui pengaruh Amerika Serikat terus memunculkan pertanyaan di benak saya: Tidak maukah Jepang menguasai dunia seperti harapannya kala Perang Dunia II?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-116083148697187610?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/116083148697187610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=116083148697187610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116083148697187610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/116083148697187610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/10/why-japan.html' title='Why Japan?'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-115319114983287960</id><published>2006-07-17T19:49:00.000-07:00</published><updated>2006-07-17T19:52:31.046-07:00</updated><title type='text'>Can You See the Love Tonight?</title><content type='html'>Palestine under attack...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/paldibnuhabaskeok7.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/paldibnuhabaskeok7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-115319114983287960?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/115319114983287960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=115319114983287960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/115319114983287960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/115319114983287960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/07/can-you-see-love-tonight.html' title='Can You See the Love Tonight?'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114926405688186183</id><published>2006-06-02T08:29:00.000-07:00</published><updated>2006-06-02T09:01:11.993-07:00</updated><title type='text'>Setelah Puas di Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/mosque%20-%20Omar.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/400/mosque%20-%20Omar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wa..ngantuk. Sebelum pulang ke kosan pengen ninggalin sesuatu di blog. Tadi abis menjelajah ke beberapa situs, termasuk buka blognya orang..he.. seru lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini emang melelahkan. Tadi abis rapat akbar konser (ospek jurusan) langsung dilanjut ama latgab (latihan gabungan). Sebenernya besok dah pengen banget pulang, tapi sore jam 3 ada kelas di IEC. wow...mereka lagi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ga pa2 ko. Mereka temen2 yang baik. Saking baiknya banyak pertanyaan yang muncul, bahkan terkadang bukan materinya sekalipun. Pusing? Kadang ya. Tapi mereka lucu juga lho! ada yang anak kuliahan, masih SMA, ada juga ibu2 &lt;em&gt;and&lt;/em&gt; anak STPDN (sekarang IPDN ya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lumayan bikin pikiran tu, sebelum ngajar harus banyak yang perlu disiapin (di samping nyiapin jawaban buat pertanyaan yang bakal seabreg!). Harus bikin &lt;em&gt;mini plan&lt;/em&gt; ama persiapin kaset dan &lt;em&gt;supporting materials&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang kesejahteraan nampak lebih diperhatikan. Sekarang kalo ngajar dah ada kopi ama &lt;em&gt;cream&lt;/em&gt;...nescafe bo! Ada juga kalo kelas udah lewat maghrib, mie rebus yang eunaak banget! kayaknya bikinan Pak Kastro deh... (Bapak makasih ya?^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, doakan biar tetep semangat ya. Bisa jadi jalan buat istiqomah..aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk pulang...&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114926405688186183?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114926405688186183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114926405688186183' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114926405688186183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114926405688186183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/06/setelah-puas-di-dunia-maya.html' title='Setelah Puas di Dunia Maya'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114900085757624677</id><published>2006-05-30T07:14:00.000-07:00</published><updated>2006-05-30T07:54:27.416-07:00</updated><title type='text'>Sedih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/gambar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/gambar.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nuansa romantisme kesempurnaan sedang dalam menembus relung hati. Tubuh dan ruh, rasa dan asa, mencapai harmoni terindah. Jika Yong-Bin seorang Fahri yang sedang mengambil program magister di Universitas Al-Azhar, maka benar prediksi ini: berbagiku belum untuk semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba  saudara-saudaraku tercinta, yang moga lembut hatinya, menari-nari dalam lagu cinta. Aku sebenarnya bertanya demikian sering, apakah itu cinta?Huh, pertanyaan ambigu. Apa itu cinta? yang berjawab definisi cinta dan Apa itu cinta? yang berjawab iya atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu romantisme itu berubah menjadi gerimis kesedihan. Rabb...saudaraku berpegang mesra?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum menjadi bagian diri memang cinta yang tertinggi, dan tidak untuk semua orang. Jikalau sahabat pembaca tak menghendaki bahwa keputusan yang menyelamatkan (dengan pembatasan) telah ada, maka tidak usah melelahkan diri untuk menceracau bahwa manusia adalah segalanya, yang ketika satu tali berpegang kokoh hendaknya dipeluk erat berada dekat malah bertingkah seolah orang buta yang sombong. 'Aku adalah manusia yang bebas'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih. Biru ini terlalu kelabu. Sahabat yang aku berharap bertemu di 'Adn kelak terlupa (dan mungkin akupun demikian?) bahwa kita hendaknya sama-sama mengingatkan tangan kita untuk tidak  perlahan melepaskan tali berpegang yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb...bolehkah hamba merasa kecewa?Kau Maha Mengerti ini ya Rabb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;br /&gt;untuk sahabatku terkasih, mari belajar cinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114900085757624677?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114900085757624677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114900085757624677' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114900085757624677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114900085757624677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/05/sedih.html' title='Sedih'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114881747214767359</id><published>2006-05-28T04:48:00.000-07:00</published><updated>2006-05-28T04:57:52.380-07:00</updated><title type='text'>IFED 2006 Untuk Malam Ini</title><content type='html'>Terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi dalam IFED (Inter-Faculty English Debate) 2006, Universitas Padjadjaran. Panitia, peserta, adju, semua. Moga selalu ada langkah menjadi lebih baik. Satu batu bata ini tidak bisa serta-merta membangunkan kita istana, namun keindahan akhlak yang terus dibangun moga tidak menjadikan ini satu batu, melainkan hamparan padang rumput nan hijau dengan pohon-pohon buah di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kita menjadi penikmat kerja jika kita menyirami hati dengan keikhlasan murni. Nikmat yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat buat teman-teman dari FISIP yang sudah menyabet juara 1 dan 2. Peye selamat juga jadi &lt;em&gt;best speaker&lt;/em&gt;. Selamat. Kerja teman-teman tidak sia-sia. Prestasi itu cinta dan jalan menyelaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;br /&gt;untuk teman-teman yang aku sedih pada mereka:'jangan pernah menyanjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta'(Melly Goeslaw)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114881747214767359?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114881747214767359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114881747214767359' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114881747214767359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114881747214767359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/05/ifed-2006-untuk-malam-ini.html' title='IFED 2006 Untuk Malam Ini'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114826508801667769</id><published>2006-05-21T19:31:00.000-07:00</published><updated>2006-05-21T19:31:28.160-07:00</updated><title type='text'>Masih Saja Mencerai Berai</title><content type='html'>Amerika Serikat (AS), seperti dilansir eramuslim.com, mulai menawarkan persenjataan kepada negara-negara tetangga Iran guna memperkuat pertahanan militernya. Ini dilakukan berkaitan dengan isu yang kini gencar dihembuskan AS, 'ambisi nuklir Iran' (&lt;a href="http://www.eramuslim.com/i.php/news/int/446ddb2f.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/i.php/news/int/446ddb2f.htm&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan AS ini tidak menunjukkan hal baru, bahkan kian mempertegas bahwa taktik pecah-belah yang juga telah digunakan penjajah dalam mempertahankan kekuasaannya di tanah jajahan merupakan pilihan aksi kebijakan luar negeri AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini mengindikasikan dua hal. Pertama, AS sedang benar-benar mempersiapkan perang terhadap Iran. Kedua, AS menjadi musuh terbesar bagi terwujudnya perdamaian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Medan Sedang Dipersiapkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Instrumen militer merupakan bentuk mutlak dari keberadaan kebutuhan akan pertahanan suatu negara untuk menjaga &lt;em&gt;survival&lt;/em&gt;-nya. Negara akan memperkuat persenjataan militer ketika ancaman keamanan dirasa meningkat. Peningkatan ancaman ini bisa disebabkan oleh aktivitas negara lain, yang selanjutnya menyebabkan &lt;em&gt;arm races&lt;/em&gt; (perlombaan senjata), atau juga oleh isu yang sengaja dihembuskan guna menciptakan wilayah ancaman, suatu wilayah di mana negara-negara yang ada di dalamnya merasa terancam oleh suatu ancaman tertentu. Misalnya isu pengembangan &lt;em&gt;mass destruction weapon&lt;/em&gt; (senjata pemusnah massal) oleh suatu negara yang selanjutnya menyebabkan negara-negara disekelilingnya merasa terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat dalam kasus ini memainkan sebuah isu guna menciptakan rasa terancam di antara negara-negara tetangga Iran. Pengembangan teknologi nuklir Iran yang ditujukan untuk tujuan damai (pembangkit tenaga listrik) dianggap berbeda oleh AS. Negeri adidaya itu meyakini bahwa Iran juga sedang mengembangkan senjata nuklir. Selanjutnya, isu-isu yang berkaitan dengan kekhawatiran akan keberadaan senjata nuklir terus dihembuskan AS melalui praktek diplomasi maupun media &lt;em&gt;soft power&lt;/em&gt; lainnya seperti pembentukan opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dilakukannya pembahasan kebutuhan persenjataan militer oleh AS dan negara-negara tetangga Iran, keterpaduan negara-negara Timur Tengah sebagai negara Islam dengan kultur Arab kembali dipertaruhkan, setelah sebelumnya keterpaduan itu kalah uji ketika AS melancarkan perang ke Irak yang dimulai tahun 2003 lalu. Kestabilan yang sebenarnya bisa diwujudkan karena persamaan identitas yang kental di antara negara-negara Timur Tengah terus tercegah oleh kebijakan AS yang mendikotomi negara-negara tersebut. Maka ketika suatu ancaman telah terbentuk, kekhawatiran akan senjata nuklir telah memuncak di antara negara-negara tetangga Iran, dan militer telah dipersiapkan guna menghadapi ancaman tersebut, maka satu gesekan kecil akan dengan mudah meletuskan perang. AS telah membentuk Timur Tengah kembali menjadi medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ancaman Global&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah dengan perang AS benar-benar mewujudkan perdamaian global sebagaimana selalu ia dengungkan melalui slogan demokrasi dan hak asasi manusia itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang bukan tidak mungkin bisa melebar mengingat kawasan Timur Tengah merupakan kawasan pertemuan berbagai kepentingan. Sebut saja kepentingan negara-negara Islam untuk mempertahankan tanah suci di Palestina yang saat ini dijajah oleh Israel. Atau juga kepentingan negara-negara Eropa sehubungan dengan minyak, baik kebutuhan suplai maupun kestabilan ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS selama ini mencengkeramkan kukunya di Timur Tengah salah satunya melalui Israel yang dikenal sebagai kepanjangan tangan AS di kawasan tersebut. Iran di sisi lain, menilai keberadaan Israel sebagai duri dalam daging. Jika dunia ini dianggap sebagai sebuah tubuh, maka Iran menilai keberadaan Israel sebagai penyebab konflik global selama ini, sebagaimana tubuh yang merasa sakit keseluruhan ketika duri, meski kecil, bersarang di dalam daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS dan Eropa memiliki persenjataan kuat dan canggih, sedangkan penjualan senjata oleh AS ke negara-negara Timur Tengah selain Iran akan mengakselerasi kekuatan negara-negara tersebut. Kekuatan militer telah dan akan memberikan keyakinan negara-negara tersebut terhadap kemampuannya mecapai kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114826508801667769?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114826508801667769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114826508801667769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114826508801667769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114826508801667769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/05/masih-saja-mencerai-berai_21.html' title='Masih Saja Mencerai Berai'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114805004092347717</id><published>2006-05-19T07:46:00.000-07:00</published><updated>2006-05-19T07:47:21.706-07:00</updated><title type='text'>Karena Kau Mengusikku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Simbol Punya Makna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang berada berjam-jam di depan cermin hanya untuk memberi status 'indah', 'cantik', atau 'ganteng', maka itu telah membuka peluang -bahkan mungkin sudah menjadi- penghambaan terhadap simbol. Dosen adalah yang yang memberi fasilitas bagi mahasiswa untuk menggali ilmu. Maka itulah simbol yang muncul dalam diri dosen. Meski keduanya berbeda, namun keduanya menunjukkan hal yang sama: simbol tidak 'mati'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol hidup dengan makna. Ia punya makna, karenanya bisa dipahami dan memberikan pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah orang yang hidup di luar nilai? Jika tidak, maka simbol telah membantu manusia mencapai nilai itu. Simbol telah membantu manusia dalam membedakan bersih-kotor, indah-jelek, baik-buruk. Perihal keberadaan nilai yang juga muncul dari proses interaksi sosial, maka tidak menjadi penghalang bagi terbuktinya peran simbol dalam menjalankan perannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses? Belajar tekun, aktivitas akademis dan non-akademis yang seimbang, raih IP tinggi. Itulah simbol mahasiswa sukses! Maka bagaimana mungkin saya menyematkan keyakinan dalam lubuk hati bahwa saya punya dosen yang profesional jika saya tidak punya simbol profesionalitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114805004092347717?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114805004092347717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114805004092347717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114805004092347717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114805004092347717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/05/karena-kau-mengusikku.html' title='Karena Kau Mengusikku'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114298716291468048</id><published>2006-03-21T16:10:00.000-08:00</published><updated>2006-03-21T16:26:17.793-08:00</updated><title type='text'>When a Football Player Tackling</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/rice.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/rice.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Rice dan Kampanye Anti-Hamas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Budi Kurniawan Supangat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rabu ini (lalu-red.) (15/03/06) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Condoliza Rice, dijadwalkan akan mengunjungi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Condy, sapaan akrab Rice, juga direncanakan akan mengadakan audiensi dengan beberapa elemen masyarakat diantaranya pejabat pemerintah, pengusaha, dan mahasiswa Indonesia.&lt;br /&gt;Isu terbesar yang diperkirakan akan menjadi pembicaraan nampaknya masih terkait dengan kemenangan Hamas dalam pemilu Palestina baru-baru ini. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia di satu sisi dan Cozy sebagai personifikasi kebijakan AS yang menentang kemenangan Hamas di sisi lain merupakan pangkal dari perkiraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, setidaknya ada dua hal yang akan diperhatikan Rice dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini: pertama, bagaimana keberagaman Islam dalam konteks eksklusivitas dan inklusivitasnya di Indonesia memberi pandangan dan selanjutnya bereaksi terhadap kemenangan Hamas di Palestina yang dicap oleh AS dan sekutunya sebagai organisasi teroris, dan kedua, bagaimana membentuk opini bahwa penentangan AS terhadap kemenangan Hamas tetap sejalan dengan konsep demokrasi yang didengung-dengungkan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hamas: Pahlawan atau Teroris?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Hamas dalam pemilu legislatif Palestina mengundang kontroversi. Bukan karena proses yang dijalani tidak demokratis (pada kenyataannya AS mengakui pemilu tersebut berjalan demokratis), namun karena angin yang dihembuskan oleh negara-negara Barat (AS dan negara-negara Eropa) tidak menghendaki Hamas sebagai pemenang dari pemilu tersebut. Hamas sebagai sebuah faksi perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina yang selama ini lebih memilih cara-cara tegas di luar politik untuk mencapai tujuan kemerdekaan Palestina mendapat simpati luas dari rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra yang ditangkap oleh AS dan sekutunya, terutama Israel, menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Mereka menganggap tindakan yang dilakukan Hamas selama ini adalah tindakan terorisme, karenanya Hamas dinilai oleh AS dan sekutunya sebagai organisasi teroris.&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, kemenangan Hamas menjadi perhatian besar oleh sebagian masyarakat, baik yang tergabung dalam kelompok keagamaan maupun kaum akademis. Jika merujuk pada klasifikasi umat Muslim oleh Akbar S. Ahmed dalam bukunya “Islam Sebagai Tertuduh: “Kambing Hitam” di Tengah Kekerasan Global” di mana terdapat kaum eksklusif dan inklusif dalam dunia Islam (Ahmed, 2003: 42), maka saya melihat jikapun ada klasifikasi ini dalam masyarakat Muslim Indonesia, hal ini tidaklah berdampak pada perbedaan tanggapan secara mendasar atas kemenangan Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmed mengidentifikasi kaum eksklusif sebagai kaum yang menciptakan batas-batas dan percaya pada hirarki, sedangkan kaum inklusif sebagai kaum yang siap mengakomodasi, berinteraksi dengan orang lain, dan bahkan mendengarkan dan membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh orang lain (Ahmed, 2003: 42). Dalam masyarakat Muslim Indonesia, pembedaan ini nampak terlalu sederhana, mengingat beragamnya pandangan dan tingkah laku mereka terkait dengan keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa organisasi Islam yang lebih tegas dalam bertindak, dan terkadang cenderung untuk melakukan tindakan di luar mekanisme legal dalam menerapkan batas-batas yang diyakininya. Namun organisasi ini juga tidak menutup diri untuk melakukan pertukaran informasi dalam sebuah dialog, yang sudah barang tentu tidak dimiliki oleh golongan yang disebut Ahmed sebagai golongan eksklusif. Sebaliknya, terdapat pula oraganisasi-organisasi Islam di Indonesia yang cenderung mengutamakan dialog untuk mencapai pemahaman namun juga tetap memegang batas-batas, atau lebih tepatnya prinsip-prinsip yang diyakininya sehingga tidak sampai terpengaruh oleh pihak lain. Ini juga mengindikasikan inklusivitas yang tidak selonggar identifikasi Ahmed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara mendasar, sebagaimana telah saya sebutkan, baik golongan ‘eksklusif’ maupun ‘inklusif’ dalam masyarakat Islam di Indonesia memiliki pandangan yang sama atas kemenangan Hamas, di mana mereka mendukung naiknya Hamas ke dalam struktur pemerintahan Palestina karena selama ini Hamas mampu mencitrakan dirinya di kalangan umat Muslim sebagai sebuah organisasi perlawanan terhadap penjajahan Israel yang betul-betul berpegang teguh pada ajaran Islam. Menurut hemat saya, yang akan berbeda adalah ketika kemengan Hamas ini dihadapkan pada pandangan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum ‘ekslusif’ sangat menentang anggapan Barat bahwa Hamas adalah organisasi teroris dan meyakini bahwa penentangan Barat terhadap kemenangan Hamas dikarenakan kebencian Barat terhadap faksi perlawanan yang memilih jalan perlawanan senjata ini. Karenanya, tindakan-tindakan kaum ‘eksklusif’ cenderung eksplosif sambil menghubungkannya dengan aksi-aksi anti-Barat, khususnya anti-Amerika. Kaum ‘inklusif’ juga menentang anggapan Barat terhadap Hamas, namun mereka cenderung memilih untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai argumen-argumen yang melatari anggapan AS dan negara-negara Barat lainnya. Untuk mencapai ini, kaum ‘inklusif’ lebih memilih jalan diskusi dan dialog yang relatif panjang dan berliku untuk kemudian diharapkan mampu membentuk kesepahaman yang berarti, yang mampu merubah pandangan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Rice&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat kecenderungan yang terjadi di kalangan umat Islam Indonesia, nampaknya Rice dalam kunjungannya kali ini harus bekerja sangat keras. Pertama, ia harus membuktikan bahwa pemerintah AS tidak sedang dalam aksi ‘bunuh diri’ dengan menentang pemilu di Palestina. Kedua, ia harus menanamkan pemahaman bahwa Hamas bukanlah pihak yang tepat untuk memenangi pemilu yang telah lalu di tengah masyarakat yang melihat secara positif kemenangan Hamas tesebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikatakan oleh Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam seminar yang dilakukan dengan mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, beberapa waktu lalu, Amerika tidak mempermasalahkan proses pemilu yang berlangsung di Palestina. Proses demokratis itu sejalan dengan apa yang selama ini didengung-dengungkan oleh Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Rice pun tentu akan mengatakan hal yang tidak jauh berbeda, dan sampai titik ini nampaknya Rice tidak akan mengalami kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan berarti yang akan dihadapi Rice menurut hemat saya adalah ketika ia harus menjelaskan mengapa AS menolak Hamas untuk duduk dalam pemerintahan Palestina. Hal ini disebabkan oleh dua hal: pertama, anggapan AS bahwa Hamas merupakan organisasi teroris haruslah disertai dengan argumen yang meyakinkan, mengingat Hamas secara luas dalam kalangan umat Muslim dinilai sebagai pejuang yang jauh dari kesan teroris, dan kedua, kemenangan Hamas menunjukkan pilihan sebagian besar rakyat Palestina mengenai siapa dan bagaimana pemerintahan harus dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini parameter yang digunakan AS dalam menjustifikasi Hamas sebagai organisasi teroris hanya berasal dari sudut pandang AS sendiri. Tantangan bagi Rice adalah bagaimana ia harus menghadapi kenyataan eksistensi sudut pandang lain terhadap Hamas yang menjadi pandangan umum masyarakat Muslim Indonesia. Keberhasilan Rice dalam menjawab tantangan ini bergantung pada kemampuannya menyusun argumen menurut alur logika yang tepat dan dapat diterima mayoritas masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kemenangan Hamas menunjukkan bahwa rakyat Palestina mendukung aktivitas Hamas selama ini. Menentang Hamas sebagai pemenang pemilu berarti menentang pilihan yang telah dibuat oleh rakyat Palestina. Meskipun AS telah menegaskan bahwa dirinya tidak menganggap proses pemilu Palestina yang lalu sebagai proses yang tidak demokratis, namun dengan menolak pilihan rakyat Palestina, itu sama saja berarti menolak demokrasi yang telah dijalankan. Salah satu poin dari demokrasi di Palestina itu sendiri adalah memberikan kebebasan kepada rakyat Palestina untuk menentukan siapa yang berhak menjalankan pemerintahan dan bagaimana seharusnya pemerintahan itu dijalankan. Dari sini, tantangan bagi Rice adalah menjelaskan pada publik di Indonesia bahwa AS tetap mendukung proses demokratis di Palestina dan tidak mengingkarinya dengan menganggap rakyat Palestina sebagai pendukung teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saatnya ‘Dialog Antarperadaban’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya lihat dalam diskusi ini adalah adanya pertentangan yang berakar dari –jika saya boleh meminjam istilah Samuel Huntington– benturan peradaban antara Barat dan Islam. Namun sebagaimana optimisme Ahmed, pertentangan peradaban itu bukan tidak mungkin untuk dijembatani. Ia mengajukan sebuah mekanisme yang dinamakan dialog antarperadaban (Ahmed, 2003: 263). Kesempatan kunjungan Rice ke Indonesia hendaknya, walau tidak mewakili secara keseluruhan dari masing-masing dua peradaban, dapat menjadi prototip dari dialog yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Rice, ini bisa menjadi kesempatan untuk menjelaskan secara langsung, utamanya kepada umat Muslim di Indonesia, mengenai pandangan-pandangan AS yang bertentangan dengan pandangan umum umat Islam terkait dengan kemenangan Hamas dalam pemilu di Palestina beberapa waktu lalu. Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan umat Islam di Indonesia untuk ‘mengkomunikasikan’ pandangannya kepada AS. Di sini posisi organisasi-organisasi Islam dan kaum akademis menjadi penting. Mereka yang tergabung dalam organisasi-organisasi Islam dapat membuka dialog melalui sebuah diskusi dengan Menlu Rice atau, setidaknya, membentuk kesan konstruktif dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memperburuk citra Islam. Bagi kaum akademis khususnya para mahasiswa yang dijadwalkan akan melakukan audiensi dengan Rice dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangan-pandangannya melalui argumentasi yang meyakinkan sekaligus menggali lebih dalam alur argumentasi pandangan AS dari Rice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian diharapkan kedua belah pihak, AS dan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, memiliki pemahaman mendalam mengenai pandangan masing-masing pihak. Selanjutnya, melalui pemahaman tersebut akan muncul landasan pemikiran bagi semua pihak untuk memilih pandangan dan tindakan yang harus dilakukan ke depan. Sebagaimana ucapan Benjamin Franklin, “Kebocoran kecil dapat menenggelamkan kapal yang besar”. Jangan sampai hanya karena ketidakpahaman memperlebar pertentangan anggapan dalam melihat kemenangan Hamas di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114298716291468048?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114298716291468048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114298716291468048' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114298716291468048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114298716291468048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/03/when-football-player-tackling.html' title='When a Football Player Tackling'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-114110713118496742</id><published>2006-02-27T21:51:00.000-08:00</published><updated>2006-02-27T22:12:11.426-08:00</updated><title type='text'>Hard Work for Every Efforts</title><content type='html'>When the desire for giving as much as possible for the others come up, it doesn't necessarily means that everything will run as what we want. In fact, burdens still take big part in examining the purity of the desire and the strength of the efforts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It also occur when I thought some activities I belong to will encourage myself for finally make me better and better. I do believe that those activities can provide me knowledge and maturing process which is needed as the basic element for being a 'uselful' person. Unfortunatelly, it is not as that simple. For engaging in some activities, actually there are also so many things which should be provided. Let say physical strength, mental stability, and fund availablelity. Those in fact are so hard for being reached, indeed for being combined in the same time and for more than one activites which ofcourse pursue our responsibility.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, I'm trying to understand that the efforts of me to enrich strength on physic, stability on mental, and ever ready money for all activities are the parts to reach the further goal which is spreading goodness for everyone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;br /&gt;Jogjakarta, 28 Pebruari 2006&lt;br /&gt;Bukankah IVED guru yang entah keberapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-114110713118496742?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/114110713118496742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=114110713118496742' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114110713118496742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/114110713118496742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/02/hard-work-for-every-efforts.html' title='Hard Work for Every Efforts'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113973619333639054</id><published>2006-02-12T01:01:00.000-08:00</published><updated>2006-02-12T01:23:18.823-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/berita.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/berita.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Dari Konferensi Internasional di Kuala Lumpur: Perlu Jembatan yang Menghubungkan Peradaban Islam dan Barat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;12 Peb 2006 11:25 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eramuslim - “Sudah saatnya dunia Islam hidup secara bebas dan demokratis,” ujar mantan Presiden Iran Muhammad Khatami dalam konfrensi internasional, bertajuk "Who Speaks for Islam? Who Speaks for the West" di Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi dua hari yang diprakarsai Malaysian Institute of Diplomacy and Foreign Relations itu berusaha menjembatani kesalahan dan perbedaan persepsi antara dunia Islam dan Barat.&lt;br /&gt;Menurut Khatami sudah saatnya sekarang pemikiran dan kehidupan kaum Muslimin mengalami perubahan secara global. “Kaum Muslimin saat ini di berbagai belahan dunia telah bosan dengan kekerasan dan ekstrimitas atas nama agama. Mereka kini sudah siap memiliki pandangan di atas pemerintahan demokratis yang memacu perkembangan ilmiyah,” jelasnya.&lt;br /&gt;Khatami menuyerukan pemerintah negara Barat untuk mengambil tindakan kongkrit dan tegas terhadap penyebaran karikatur yang melecehkan Rasulullah saw hingga melukai perasaan kaum Muslimin dunia. “Saya percaya bahwa jika Barat dan Dunia Islam bisa saling memelihara komitmen setelah berulangkali disebarluaskan gambar yang menyakitkan itu, maka kita akan melihat arus ketenangan global.” Namun ia mengingatkan negara-negara Barat agar tidak memberi konsumsi bagi bangkitnya ekstrimitas dan kekerasan kaum Muslimin dengan selalu menyebut dan menyebarluaskan tudingan bahwa kaum Muslimin adalah kaum teroris.&lt;br /&gt;Dalam acara yang sama PM Malaysia Badawi juga menyampaikan pandangannya tentang hubungan Barat dengan Islam. Badawi menuturkan, saat ini masih banyak orang Barat yang memandang kaum Muslim sebagai golongan teroris. Islam juga masih dipandang identik dengan kekerasan. Mereka mengira Usamah bin Laden berbicara atas nama agama dan pengikutnya. Islam dan Muslim ikut tersangkut sehingga dipandang negatif dan terbelakang, kata Badawi yang juga menjadi ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) dengan 57 negara anggota.&lt;br /&gt;Dia memandang perlunya dibangun sebuah jembatan yang bisa menghubungkan kedua peradaban. Barat harus memperlakukan Islam dengan cara seperti mereka ingin Islam memperlakukan Barat. Begitu pula sebaliknya. Kedua pihak harus saling menerima dalam posisi yang sama, tegas PM Malaysia tersebut. Dia menambahkan, sikap respek, timbal balik, dan persamaan adalah syarat terpenting dalam hubungan yang harmonis di antara keduanya. “Jangan menonjolkan hegemoni. Islam dan Barat harus mengedepankan cara-cara yang moderat dan menekan ekstremisme. Kita harus berani dan kita harus jujur untuk mengakui bahwa selama ada hegemoni, selama salah satu pihak ingin mengontrol dan mendominasi yang lain, kebencian dan permusuhan di antara kedua peradaban akan terus berlangsung.&lt;br /&gt;Jurang pemisah antara kedua peradaban muncul sejak lama. Penyebabnya beragam, mulai dari Perang Salib, kolonialisme Barat, pendudukan Israel, hegemoni pasca penjajahan, hingga keinginan Barat untuk menguasai minyak di negara-negara muslim,” ujarnya.&lt;br /&gt;Menurut Badawi, ada beberapa kelompok di kedua peradaban yang mempunyai persepsi sama. Mereka menentang hegemoni, kekerasan dan teror, menginginkan dunia yang damai, serta bersatu dalam ikatan yang sama. Mereka inilah, kata Badawi, yang bisa berperan membangun jembatan di antara dunai Islam dan Barat.&lt;br /&gt;”Mari kita mulai menghilangkan kelompok ekstremis yang ada di tengah-tengah kita. Kita harus menghentikan penghinaan terhadap agama lain atau pelecehan terhadap simbol yang dianggap suci. Untuk menghadapi fanatisme dan histeria, kita harus bertindak secara moderat dan rasional,” ajaknya. (na-str/bbc/btmp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Diunduh secara utuh dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;www.eramuslim.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;, 12 Februari 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113973619333639054?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113973619333639054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113973619333639054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113973619333639054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113973619333639054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/02/dari-konferensi-internasional-di-kuala.html' title=''/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113903080416829115</id><published>2006-02-03T21:22:00.000-08:00</published><updated>2006-02-03T21:26:44.240-08:00</updated><title type='text'>Will I Replace His Position?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/menluRI.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/menluRI.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menteri Luar Negeri Republik Indonesia saat ini (2006), Dr. Nur Hasan Wirajuda (maaf kalau salah tulis). Mari kita belajar dari banyak hal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113903080416829115?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113903080416829115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113903080416829115' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113903080416829115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113903080416829115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/02/will-i-replace-his-position_03.html' title='Will I Replace His Position?'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113903036250252178</id><published>2006-02-03T21:10:00.000-08:00</published><updated>2006-02-03T21:19:37.563-08:00</updated><title type='text'>Will I Replace His Position?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/menluRI.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/menluRI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa menjadi sumber pelajaran. Salah satunya adalah dari tokoh yang telah dan terus berkontribusi untuk negara tercinta. Semoga kita selalu mampu mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan dan dikatakan orang-orang tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113903036250252178?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113903036250252178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113903036250252178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113903036250252178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113903036250252178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/02/will-i-replace-his-position.html' title='Will I Replace His Position?'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113850562597613685</id><published>2006-01-28T17:19:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T19:33:46.296-08:00</updated><title type='text'>Karena Mata dan Hati Kita Hendaknya Suci</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/anak%20pal3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/anak%20pal3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/rafah4.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/rafah4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/rafah3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/rafah3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/rafah2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/rafah2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiap goresan di hati mereka tidaklah hendak menjadi dendam, tapi kekuatan yang tak terperi besarnya..Maka jika saatnya telah tiba, hati yang keras hanya akan menjadi debu-debu yang beterbangan.&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/rafah1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/rafah1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113850562597613685?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113850562597613685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113850562597613685' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113850562597613685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113850562597613685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/karena-mata-dan-hati-kita-hendaknya.html' title='Karena Mata dan Hati Kita Hendaknya Suci'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113731379657747126</id><published>2006-01-15T00:29:00.000-08:00</published><updated>2006-01-15T00:29:58.006-08:00</updated><title type='text'>Satu Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/100_8404.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/200/100_8404.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Foto rame-rame teman-teman IRISH dan teman-teman dari Malaysia. Hayo tebak, mana yg budi????&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tebak gambar!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapakah yang berbaju pink, berdiri, berkerudung putih?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapatkan hadiah spesial...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tebak ya!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.:Budi:.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113731379657747126?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113731379657747126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113731379657747126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113731379657747126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113731379657747126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/satu-lagi_15.html' title='Satu Lagi'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113731315956614529</id><published>2006-01-15T00:18:00.000-08:00</published><updated>2006-01-15T00:19:19.663-08:00</updated><title type='text'>Tari Bali: Masih IRISH</title><content type='html'>Yuniiii...mau nari Bali, eh nari tarian Bali. Bagus kan bajunya? Yiks, its Indonesia..!&lt;br /&gt;.:Budi:.(bareng Taufik)&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/100_8374.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/200/100_8374.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113731315956614529?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113731315956614529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113731315956614529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113731315956614529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113731315956614529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/tari-bali-masih-irish_15.html' title='Tari Bali: Masih IRISH'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113731260652742567</id><published>2006-01-15T00:03:00.000-08:00</published><updated>2006-01-15T00:10:13.063-08:00</updated><title type='text'>Yup! Ini Fotonya...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/100_8356.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/200/100_8356.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Teman-teman dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), pengisi di acara &lt;em&gt;launching&lt;/em&gt; IRISH.&lt;br /&gt;(Malaysie...niy)&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113731260652742567?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113731260652742567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113731260652742567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113731260652742567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113731260652742567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/yup-ini-fotonya.html' title='Yup! Ini Fotonya...'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113730125385710485</id><published>2006-01-14T20:58:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T21:00:54.000-08:00</updated><title type='text'>Serunya Launching!</title><content type='html'>Maaf ya, sebenarnya pingin masukin gambar juga, gambar launching, tapi lagi ada &lt;em&gt;somethin error&lt;/em&gt;. Doakan ya, moga nanti bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113730125385710485?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113730125385710485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113730125385710485' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113730125385710485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113730125385710485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/serunya-launching.html' title='Serunya Launching!'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113730103936298665</id><published>2006-01-14T20:56:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T20:57:19.626-08:00</updated><title type='text'>Indahnya Persahabatan</title><content type='html'>Beberapa bulan yang lalu teman-teman Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan launching sebuah klub bahasa Inggris bernama IRISH (International Relations in English) yang diperuntukan bagi mahasiswa HI Unpad dari segala angkatan (2000 ke atas??). Launcing tersebut bertajuk Cross Culture, sebuah variasi apik antara perhatian internasional dengan jalinan persahabatan melalui komunikasi dengan bahasa Inggris. Hadir dalam acara tersebut Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial danIlmu Politik (FISIP) Unpad, Bpk. Ade Makmur K. Drs., M.Phil. dan ketua Himpunan Mahasiswa HI, Sari Handayani. Sayang sekretaris jurusan HI, bapak Yanuar Ikbar belum berkesempatan untuk hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tersebut, sebagaimana tema yang diangkat, mencoba menghadirkan dua kebudayaan dari dua negara berbeda, Indonesia-Malaysia, yang meski beda namun banyak dibilang masih satu rumpun. Perkenalan IRISH beserta segala visi-misinya tentu menjadi poin utama dalam acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat blog ini saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang mau menghubungi IRISH bisa lewat:&lt;br /&gt;Budi Kurniawan Supangat&lt;br /&gt;Department of International Relations&lt;br /&gt;Faculty of Social and Political Sciences&lt;br /&gt;Padjadjaran University&lt;br /&gt;Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21&lt;br /&gt;Jatinangor, Sumedang&lt;br /&gt;West Java&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;e-mail: &lt;a href="mailto:rasyid_1@eramuslim.com"&gt;rasyid_1@eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ph. : +62 813 2567 1218&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113730103936298665?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113730103936298665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113730103936298665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113730103936298665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113730103936298665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/indahnya-persahabatan.html' title='Indahnya Persahabatan'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113729949143308283</id><published>2006-01-14T20:29:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T20:31:31.443-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kasih Sayang Sepanjang Zaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Besarnya pengorbanan ibu sedari mengandung hingga membesarkan kita tak terbantahkan lagi. Segenap cinta dicurahkan demi menumbuhkan anak dalam kondisi yang terbaik; penuh rasa aman, pendidikan yang baik, serta pemenuhan segala kebutuhan yang diperlukan sang anak.&lt;br /&gt;            Pun dengan ayah, yang rela bekerja membanting tulang demi melihat anaknya tersenyum dengan pakaian barunya -walau tidak semewah pakaian anak lain-, tertawa riang membawa boneka yang terbuat dari kain dan berisi kapuk, dan tertidur pulas walau hanya beralaskan tikar yang ditutup kain.&lt;br /&gt;            Di luar itu, ada banyak saudara-saudara kita yang begitu sering memberikan bantuan tanpa diminta, mengingatkan kala kita mulai menyentuh mulut jurang, menghibur saat hujan lebat mengguyur tiap sudut hati kita.&lt;br /&gt;            Semua terasa begitu menyayangi kita. Semua begitu memperhatikan kita. Namun bila kita coba telusuri, betapa ini semua merupakan bentuk kasih sayang tiada tara dari Yang Maha memiliki cinta. Allah SWT, yang telah menciptakan ibu terbaik bagi kita, ayah yang senantiasa melindungi, dan saudara-saudara di sekeliling kita yang selalu memberikan sesuatu penuh makna bagi kita.&lt;br /&gt;            Allah lah yang menganugerahkan itu semua kepada kita. Bahkan Dia lah yang menciptakan kasih dan cinta. Maka mengapa kita masih ragu bahwa kasih dan cinta Allah senantiasa mengiring langkah kita? Bukankah seorang ibu yang kasarpun menjadi jalan bagi kita untuk selalu bersabar? Bukankah ayah yang pergi ketika kita masih sangat membutuhkannya mengajarkan kita untuk selalu tegar? Bukankah saudara-saudara di luar sana yang tak jarang menampakkan muka masam bisa menjadi ladang amal buat kita?&lt;br /&gt;            Setiap saat, kapanpun, dimanapun, kasih sayang Allah selalu hadir. Sayang, tak semua dari kita mampu merasakannya sebagai kasih sayang yang begitu dahsyat. Bahkan tidak jarang, ada yang menyalahgunakan kasih dan cinta Allah. Allah melimpahkan rizki, sebagian orang malah senang berjudi. Allah karuniakan otak yang cerdas, malah menjadikan kesombongan seseorang jauh melebihi tingginya gedung-gedung pencakar langit yang mereka buat. Allah jadikan wanita indah bagi pria, pria indah bagi wanita, sebagian manusia malah menjadikannya alasan untuk merendahkan diri masing-masing dengan melakukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah SWT. Dan yang teramat parah, Allah karuniakan orang tua yang begitu menyayangi kita, sebagian kita malah melukai hati mereka dengan kedurhakaan. Naudzubillah! Naudzubillahi mindzalik!&lt;br /&gt;            Kini saatnya, mumpung cinta Allah masih besama kita. Ya, waktu, waktu adalah satu dari sekian banyak cinta Allah untuk kita. Mumpung masih ada waktu untuk memperbaiki diri, untuk mengejar rizki yang halal, untuk menebar amal di manapun dan kapanpun, untuk mempersembahkan bakti yang terindah untuk kedua orang tua kita. Detik ini juga, saatnya bagi kita untuk mengatakan dengan mulut, hati, dan tangan kita, “Allah Yang Maha Indah, aku merasakan cinta yang dahsyat ini. Izinkan aku membalasnya dengan cinta yang indah pula”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling mengingatkan yuk!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;.:Budi:.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;comment ya...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113729949143308283?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113729949143308283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113729949143308283' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113729949143308283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113729949143308283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/kasih-sayang-sepanjang-zaman-besarnya.html' title=''/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113695661734184269</id><published>2006-01-10T21:07:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T21:20:30.196-08:00</updated><title type='text'>Learning from the expert</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/1600/IMG_7744.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3388/2088/320/IMG_7744.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil setelah acara kuliah umum Hubungan Internasional Kawasan dengan tema "Hubungan Taiwan - Indonesia dan Peranan Taiwan di Kawasan Asia Pasifik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak dalam gambar: Budi Kurniawan Supangat (mahasiswa HI Unpad 2004), Bapak Yanuar Ikbar (Sekretaris Jurusan HI Unpad), Mr. David Lin (Ketua Taipei Economic and Trade Office), dan Mr. Chang Pong (Humas Taipei Economic and Trade Office)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat juga beberapa teman-teman peserta kuliah umum. Sayang acara ini tidak bisa dihadiri secara langsung oleh Bapak Hamdhany sebagai dosen pembimbing mata kuliah HI Kawasan karena beliau sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo! Terus belajar...(Mr. Lin hebat lho!)&lt;br /&gt;.:Budi:.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113695661734184269?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113695661734184269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113695661734184269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113695661734184269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113695661734184269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/learning-from-expert.html' title='Learning from the expert'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113682392837905989</id><published>2006-01-09T08:23:00.000-08:00</published><updated>2006-01-09T08:25:28.380-08:00</updated><title type='text'>Rehat...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Mari Kembali Merenungi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;HENING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau biru itu sunyi&lt;br /&gt;Maka senyap berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kalau cinta itu biru&lt;br /&gt;           Pasir pun tak mampu membuatnya kelabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta tertinggi yang tumbuh&lt;br /&gt;Maka akan kusuburkan dengan hujan rimbun rimba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam hening detik yang khusyu&lt;br /&gt;            Perlahan membuka pintu-pintu kegelisahan&lt;br /&gt;            Pecah, satu titik bening menetes&lt;br /&gt;            Ampuni aku ya Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapak ini berpijak di tepi rimba&lt;br /&gt;Mereka di tepi senapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata ini terbuka di ujung senja&lt;br /&gt;Mereka di ujung baja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diikuti derai&lt;br /&gt;Derai mereka semangat yang membara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu derai cinta&lt;br /&gt;Mereka mulia karena cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku cintanya&lt;br /&gt;Aku ingin&lt;br /&gt;pena ini senapan baginya&lt;br /&gt;yang akan menggoreskan&lt;br /&gt;kalimat cinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode Nur Jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam tetap biasa&lt;br /&gt;Dingin akrab selimuti kalbu senyap&lt;br /&gt;Rindu sangat senyum tipis atau tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bis, kereta, jalanan pikuk&lt;br /&gt;            Matahari larikan telapak kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar-lembar cita dan mati&lt;br /&gt;Kusam lalu tetap berteriak&lt;br /&gt;batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Malam tetap biasa&lt;br /&gt;            Dan redup berpendar nyaris tanpa bayang&lt;br /&gt;            Meringkuk di pojok kebisingan&lt;br /&gt;            Pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam tetap biasa&lt;br /&gt;Dendang cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal, 14 Juni 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113682392837905989?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113682392837905989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113682392837905989' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113682392837905989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113682392837905989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/rehat.html' title='Rehat...'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113682375357954629</id><published>2006-01-09T08:20:00.000-08:00</published><updated>2006-01-09T08:22:33.590-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menilik Demokrasi Filipina dan Budaya Komunitarian Singapura: Sebuah Pertanyaan Mendasar Bagi Caoili&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;            Teori mengatakan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara demokrasi dan pembangunan ekonomi. Ukuran dasar demokrasi, seperti partisipasi warga negara, kompetisi dalam pemilihan, dan kemerdekaan sipil,&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; ditengarai mendukung peningkatan pembangunan ekonomi suatu negara. Sebaliknya, pelaksanaan demokrasi kian mantap manakala ekonomi terus berada pada kondisi yang positif. Namun fakta menunjukkan hal yang berbeda; Rachel Caoili menulis bahwa Filipina sebagai negara pengadopsi nilai-nilai demokrasi liberal Amerika Serikat ternyata tidaklah memiliki tingkat ekonomi yang bisa menggolongkannya kepada negara maju, sedangkan Singapura yang berbasis pada budaya komunitarian memiliki perekonomian mengagumkan yang menjadikannya salah satu negara maju di dunia. Karena inilah Caoili berusaha untuk mengulik hubungan antara demokrasi dan pembangunan ekonomi yang didasarkan pada keyakinan bahwa ada faktor yang lebih berpengaruh terhadap keduanya.&lt;br /&gt;            Tulisan ini dimaksudkan sebagai review atas argumentasi Caoili mengenai fenomena yang terjadi di atas. Sebagaimana secara implisit digambarkan oleh Caoili, pembahasan berkisar pada rentang waktu antara tahun 1997 hingga sekarang ini (2005), di mana pada masa ini kedua negara telah memperoleh kedaulatan masing-masing dan menjalankan proses politik dan ekonominya, namun tidak menutup kemungkinan penulis menyertakan gambaran kondisi sebelum rentang masa itu sebagai dasar argumen yang akan penulis ajukan. Filipina dan Singapura tetap menjadi aktor utama, sedangkan keterlibatan negara lain hanya merupakan bagian penjelasan. Review akan penulis fokuskan pada dasar argumen Caoili mengenai bentuk-bentuk budaya politik kedua negara dan pengujian pada bagaimana good governance menjadi hal yang terpisah dari budaya politik kedua negara terkait dengan pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hubungan Antara Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Dalam menjelaskan hubungan antara demokrasi dan pembangunan, sebagaimana dikutip oleh Caoili, Herbert Werlin menekankan dua pertanyaan: Apakah pembangunan ekonomi yang penting bagi demokrasi ataukah sebaliknya?; dan Apakah demokrasi liberal hanyalah satu-satunya bentuk demokrasi yang bisa diterima?&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            Menurut penulis, jawaban antara pertanyaan pertama dengan pertanyaan kedua terdapat pertalian. Demokrasi secara konseptual akan medorong terbentuknya pasar bebas dan desentralisasi kekuasaan politik. Pasar bebas bersama dengan desentralisasi politik yang membawa pada keyakinan produsen, inisiatif, investasi, dan pertumbuhan ini kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain Rustow mengatakan bahwa, “Semakin makmur suatu bangsa, semakin besarlah kemungkinan bangsa itu untuk menopang demokrasi”.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Postulasi Rustow ini mendapat dukungan dari data yang diperoleh melalui penggolongan negara-negara oleh Bank Dunia berdasarkan perkembangan ekonomi dengan penggolongan Freedom House berdasarkan kemerdekaan. Data menunjukkan bahwa dua dari 36 negara berpendapatan rendah digolongkan sebagai negara “bebas” atau demokratis, 14 dari 60 negara berpendapatan menengah digolongkan demokratis, dan 18 dari 24 negara ekonomi industri digolongkan demokratis.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            Dari sini penulis berpendapat bahwa hubungan antara demokrasi dan pembangunan ekonomi berada pada level yang sederajat, di mana yang satu tidak dominan terhadap yang lain, tidak seperti apa yang disinyalkan oleh Caoili, bahwa pembangunan ekonomi lebih esensial bagi demokrasi ketimbang demokrasi bagi pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;            Sebagaimana telah diidentifikasi oleh Caoili, permasalahan muncul ketika demokrasi tidak dijalankan sebagaimana seharusnya. Individualisme sebagai nilai demokrasi barat memang tidak sebaik komunitarian dalam hal orientasi objek kemajuan di mana komunitarian lebih mengutamakan kepentingan komunitas atau suatu masyarakat tertentu daripada kepentingan pribadi. Terkait dengan hal ini, kelemahan individualisme membawa konsekuensi yang lebih jauh yaitu munculnya self-serving di antara para elit. Self-serving kini kemudian menyebabkan munculnya penyimpangan seperti korupsi. Setidaknya konsekuensi yang muncul adalah tersubordinatkannya demokrasi bagi pembangunan ekonomi. Dampaknya, demokrasi dalam lingkungan komunitarian dinilai lebih mampu membawa peran yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi yang membuatnya bisa diterima sebagai bentuk demokrasi.&lt;br /&gt;            Namun tidak menutup kemungkinan bahwa demokrasi dan pembangunan ekonomi muncul sebagai akibat yang ditimbulkan oleh satu faktor yang sama, seperti misalnya protestantisme berperan dalam mendorong lahirnya kapitalisme, perkembangan ekonomi, dan demokrasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Antara keduanya tidak terdapat hubungan yang saling mempengaruhi, melainkan muncul sebagai akibat dari faktor ketiga. Jika melihat variasi bentuk hubungan ini, nampaknya akan lebih tepat jika pembahasan hubungan antara demokrasi dan pembangunan ekonomi disesuaikan dengan konteks yang sedang dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Demokrasi Liberal Filipina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Landasan dasar Caoili dalam membandingkan Filipina dengan Singapura adalah asumsi bahwa Filipina merupakan negara demokrasi liberal berplatform demokrasi AS dengan tingkat perekonomian negara berkembang dan Singapura sebagai industri maju dengan budaya komunitarian. Yang perlu dipertanyakan lebih awal, dan ini sangat mendasar: Bagaimanakah Caoili melakukan penggolongan tersebut, utamanya ketika mengatakan budaya politik kedua negara yang berbeda?&lt;br /&gt;            Filipina disebut sebagai negara demokrasi liberal yang mengadopsi langsung demokrasi Amerika Serikat. Sayangnya dalam pemaparan Caoili, pembuktian mengenai pernyataan ini tidaklah dilakukan secara memadai. Apa yang menurut penulis hendaknya dilakukan Caoili adalah menguji budaya politik Filipina dengan membandingkannya budaya politik Amerika Serikat sendiri.&lt;br /&gt;            Menurut Gabriel Almond, budaya politik merupakan orientasi politik atau sikap-sikap yang dipegang oleh individu-individu dalam berhubungan dengan sistem politiknya. Orientasi ini mengandung tiga aspek: kognitif seperti keyakinan dan pengetahuan, afektif berupa perasaan, dan evaluatif berupa opini tentang sistem dan penerapan nilai-nilai. Dari tiga orientasi ini diperoleh tiga tipe budaya politik:&lt;br /&gt;Parokial, dicirikan dengan rendahnya pengetahuan dan kesadaran politik.&lt;br /&gt;Subjek, dicirikan kepatuhan pada pejabat-pejabat pemerintahan dan hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;Partisipan, dicirikan dengan tingginya pengetahuan dan kesadaran politik.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Yang perlu dilakukan oleh Caoili adalah menguji terlebih dahulu tipe budaya politik Filipina apakah menunjukkan hal yang sama dengan tipe budaya politik Amerika Serikat. Ini penting sebab tipe budaya politik sangat mempengaruhi kualitas demokrasi suatu negara, yang pada kasus ini menjadi dasar penyamaan demokrasi Filipina dengan demokrasi yang dijalankan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;            Secara kasat mata tingkat kemakmuran Amerika yang lebih tinggi ketimbang Filipina memungkinkan pepindahan informasi politik yang lebih baik. Didukung dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, budaya politik AS didominasi oleh budaya partisipan dan subjek, sedangkan Filipina lebih didominasi budaya subjek dan parokial. Ini menjadikan tingkat demokrasi Filipina belum mencapai apa yang telah terjadi pada AS. Akibatnya, akan cukup sulit untuk membuktikan bahwa Filipina benar-benar mengadopsi demokrasi liberal AS dan karenanya bisa disamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Budaya Komunitarian Singapura&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Budaya komunitarian di Singapura dijelaskan Caoili sebagai sebuah orientasi dan sikap hidup masyarakat Singapura yang mengedepankan moralitas dalam segala sendi kehidupan, termasuk pemerintahan. Ikatan emosional sangat diperhatikan ketimbang hubungan yang hanya didasarkan pada kepentingan individu belaka. Kepentingan bersama berada di atas kepentingan pribadi. Budaya komunitarian Singapura, lebih lanjut menurut Caoili, didasarkan pada nilai-nilai Konfusian. Dalam Konfusian setidaknya ditekankan tiga poin utama: pemerintahan yang bermoral, hubungan hirarkis yang harmonis antara masyarakat dengan pemerintah, dan ikatan emosional yang tidak memberi peluang adanya sikap individualistik.&lt;br /&gt;            Konfusian sebagaimana kita kenal, merupakan nilai yang berasal dari Cina dan kemudian berkembang dalam kehidupan masyarakat beberapa negara di Asia Timur seperti Taiwan dan Jepang. Di sini penulis sedikit menyesalkan kealpaan Caoili (kecuali memang direncanakan) menjelaskan keterkaitan Singapura-Cina utamanya dalam konteks sejarah masyarakatnya. Ini penting sebagai dasar argumen anggapan Caoili bahwa budaya komunitarian Singapura dibentuk dari nilai-nilai Konfusian. Penulis meyakini bahwa selain di Singapura, di belahan bumi lain, termasuk di Indonesia walau tidak berjalan sebagaimana mestinya, juga terdapat nilai-nilai demikian, namun mengapa Konfusian yang kemudian diyakini Caoili mendasari komunitarian Singapura? Hal ini membuat penulis mencoba untuk meraba-raba; persentase masyarakat Cina (baik pendatang maupun keturunan) di Singapura sangat besar. Ketidakjelasan Caoili berakibat pada munculnya banyak pertanyaan, sebagaimana akan muncul rentetan tanda tanya, jika memang rabaan penulis benar, “Bagaimana pengaruh nilai yang dibawa masyarakat Melayu Singapura?”, “Bagaimana tanggapan Konfusian vis-á-vis nilai yang dibawa bangsa Melayu?”, “Apa pengaruh nilai bangsa Melayu terhadap budaya komunitarian Singapura?”, dan seterusnya. Kalau penulis boleh berprasangka, keengganan Caoili menyentuh aspek sejarah masyarakat Singapura dikarenakan kekhawatirannya akan ketidakrelevanan fakta dengan prediksinya: Singapura merupakan negara bekas jajahan Inggris, yaitu negara demokrasi barat yang esensinya sama dengan demokrasi Amerika Serikat: kebebasan individu yang mendorong individualistik. Itu berarti Caoili tidak mengangkat hal yang sederajat untuk diperbandingkan, alias bukanlah perbandingan politik yang benar, di mana ia mengangkat aspek sejarah bercokolnya Amerika Serikat di Filipina namun tidak untuk kasus penjajahan Inggris, yang telah membentuk pengaruh kuat, di Singapura.&lt;br /&gt;            Selanjutnya penulis mencoba menguji pengkontrasan yang dilakukan Caoili terhadap demokrasi liberal dengan budaya komunitarian. Digambarkan dalam artikel tersebut seolah nilai komunitarian di Singapura sesuatu asing yang tak pernah bersentuhan sebelumnya dengan apa yang dinamakan demokrasi. Pertanyaannya, apakah demokrasi merupakan sesuatu yang berdiri sendiri atau ia, dengan serta merta, harus menggandeng label liberal?&lt;br /&gt;            Sebagaimana dinyatakan Andrew Heywood dalam buku Politics, demokrasi merupakan pemerintahan rakyat; demokrasi mengimplikasikan baik partisipasi populer maupun pemerintahan berdasarkan kepentingan publik, dan dapat mengambil variasi bentuk yang luas.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Sejalan dengan itu, Caoili menyebutkan bahwa demokrasi memiliki tiga hal: kompetisi luas yang berarti antara individu dan kelompok untuk posisi pemerintahan yang efektif, pada selang waktu yang tetap, dan tanpa penggunaan kekuatan; level inklusif dari partisipasi politik yang tinggi dalam memilih pemimpin dan kebijakan; dan suatu tingkat kebebasan sipil dan politik untuk memastikan integritas dari kompetisi politik dan partisipasi – kebebasan berekspresi, kebebasan media, kebebasan untuk membentuk dan bergabung dalam organisasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Di sisi lain budaya komunitarian mendorong terbentuknya masyarakat berorientasi sosial dan bukan individual.&lt;br /&gt;            Partisipasi warga negara dalam politik khususnya pemerintahan di Singapura dinilai baik, nampak dengan adanya organisasi kepartaian seperti People’s Action Party (PAP) dan pemilihan umum. Hingga tahun 1994 tercatat setidaknya 23 partai politik yang (pernah) ada di Singapura.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Dalam pemilihan tersebut juga terdapat persaingan antar partai yang memperlihatkan kemantapan demokrasi. Kebebasan sipil juga dijunjung melalui bentuk-bentuk masyarakat demokratis seperti kebebasan dalam membentuk partai, turut dalam pemilihan, berperan dalam pemerintahan, dan menyampaikan pendapat baik langsung maupun tak langsung. Tentunya kesemuanya dilakukan dalam kerangka hukum yang berlaku di Singapura.&lt;br /&gt;            Budaya komunitarian dalam hal ini berperan sebagai orientasi dari demokrasi yang dijalankan, dan karenanya berpengaruh terhadap bagaimana demokrasi itu sendiri berjalan. Pemilihan umum, persaingan dalam pemilihan, dan partisipasi warga negara ditujukan untuk mencapai kepentingan bersama, dan karenanya hasil dari bentuk-bentuk partisipasi tersebut, termasuk pemerintahan yang muncul, bekerja dalam kerangka mewujudkan kepentingan bersama.&lt;br /&gt;            Kiranya dari sini kita sudah dapat melihat stand dari demokrasi dan komunitarian. Demokrasi merupakan budaya politik yang berjalan, sedangkan komunitarian merupakan guidline bagi perjalanan demokrasi tersebut. Ini berarti satu hal: gambaran bertentangan yang dimunculkan Caoili sebenarnya bukanlah pertentangan antara demokrasi liberal di satu sisi dan budaya komunitarian di sisi lain, melainkan antara dua bentuk demokrasi, yang satu liberal dan yang lain adalah komunitarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Good governance: Faktor Ketiga yang Terpisahkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Pada akhirnya Caoili seperti hendak mengatakan bahwa bukanlah demokrasi yang terpenting ataupun pembangunan ekonomi, karena keduanya, demokrasi ideal dan pembangunan ekonomi ditentukan oleh adanya good governance. Good governance yang penulis artikan sebagai penataan yang baik menuntut adanya orang-orang yang tepat dalam jabatan-jabatan setiap lembaga negara. Orang-orang tersebut harus memiliki kapabilitas dalam bidangnya masing-masing dan secara umum keinginan dan kesadaran untuk membangun bangsa.&lt;br /&gt;            Good governance akan terbentuk jika:&lt;br /&gt;masyarakat dan pemerintah memiliki kesadaran akan kepentingan bersama, meskipun tiap-tiap orang memiliki kepentingan masing-masing.&lt;br /&gt;pemerintahan terdiri dari orang-orang yang kompeten.&lt;br /&gt;dukungan warga negara yang luas terhadap pemerintahnya.&lt;br /&gt;            Penulis melihat bahwa ketiga hal di atas akan terbentuk oleh sebuah budaya yang mengangkat moral dan keterikatan emosional baik di dalam pemerintah, masyarakat, maupun hubungan antara keduanya. Budaya yang menyadari bahwa pencapaian kepentingan bersama memberikan dampak positif bagi kepentingan pribadi. Moral akan menjadi tameng bagi para elit untuk melawan godaan-godaan penyimpangan seperti korupsi. Ikatan emosional akan menjadi dasar bagi kesediaan masyarakat mengangkat kepentingan bersama di atas kepentingan pribadinya. Dan ini semua terkandung dalam budaya komunitarian yang berkembang di Singapura dan sangat sulit untuk mengatakan bahwa ini terjadi di Filipina.&lt;br /&gt;            Sekilas nampak terdapat keterhubungan antara budaya politik dengan good governance. Namun jika ditelusuri lebih dalam, good governance tidaklah bergantung pada budaya politik yang ada, melainkan ada satu hal yang menjadi inti dari tercapainya keteraturan itu, yaitu willingness dari tiap pihak untuk mewujudkan kesemuanya itu, termasuk political will yang baik dalam pemerintah dan juga masyarakat. Karenanya bukan tidak mungkin good governance terjadi di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Perbandingan yang dilakukan Caoili terhadap dua negara Filipina dan Singapura mencoba menghadirkan pembahasan mengenai hubungan antara demokrasi dengan pembangunan ekonomi. Filipina mewakili negara demokrasi liberal, sedangkan Singapura diposisikan sebagai negara berbudaya komunitarian. Penjelasan Caoili mengenai di mana demokrasi berdiri malah menghantarkan pada argumen bahwa sebenarnya bukan demokrasi liberal di satu pihak dan komunitarian di pihak lain yang diperbandingkan, namun lebih pada membandingkan antara demokrasi liberal dan demokrasi komunitarian. Kelemahan Caoili lainnya adalah pada rasionalisasi asumsi demokrasi liberal yang diterapkan di Filipina sebagai hasil adopsi dari demokrasi liberal Amerika Serikat, yang dilakukannya tanpa memandang bagaimana demokrasi di kedua negara dijalankan.&lt;br /&gt;            Pembangunan ekonomi Singapura yang lebih baik ketimbang Filipina menjadi isu utama dalam artikel Caoili; Apakah demokrasi dan pembangunan ekonomi saling berhubungan? Penulis menemukan bahwa hubungan antara keduanya bisa saja terjadi meskipun tidak secara otomatis yang satu akan memunculkan yang lain. Bagi Caoili sendiri pembangunan ekonomi lebih berperan dalam eksistensi demokrasi daripada sebaliknya. Demokrasi akan mendukung pembangunan ekonomi ketika ia dijalankan dalam suatu negara yang memiliki good governance. Bagi penulis, good governance tidak akan terwujud tanpa adanya good will, baik dalam pemerintahan maupun warga negara.&lt;br /&gt;            Akhirnya, penulis berkesimpulan bahwa sangat menarik untuk menguak hubungan demokrasi dan pembangunan ekonomi terutama dengan menghadirkan dua negara yang mewakili dua pihak berlawanan yang bisa diperbandingkan. Sayangnya, dasar yang tidak kuat terhadap isu yang diangkat membuat artikel Caoili ini menuai banyak pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Tiga ukuran dasar demokrasi bersumber dari Rachel Caoili, 2004-2005, “Reflections on Democracy and Development in Southeast Asia: Why do The Philippines and Singapore differ?”, dalam The Culture Mandala, Vol. 6 No. 2, hlm. 1.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Roy C. Macridis dan Bernard E. Brown, 1996, Perbandingan Politik. Catatan dan Bacaan, edisi keenam, Jakarta: Erlangga, diambil dari Seymour Martin Lipset, 1959, “Some social Requisites of Democracy: Economic Development and Political Legitimacy” dalam American Political Science Review, hlm. 75.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Ibid, diambil dari Bank Dunia, 1981, World Development Report 1981, New York: Oxford University Press, hlm. 134-35; dan Freedom at Issue, No. 64, 1982, hlm. 8-9. Lihat juga pembaharuan Seymour Martin Lipset terhadap analisis sebelumnya dalam Seymour Martin Lipset, 1981, Political Man: The Social Bases of Politics, edisi kedua, Baltimore: The Johns Hopkins University Press, hlm. 469-76.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews, 2000, Perbandingan Sistem Politik, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, hlm. 42.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Andrew Heywood, 1997, Politics, Houndmills, Basingstoke, Hampshire, London: MacMillan Press, Ltd., hlm. 404.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Rachel Caoili, op. cit., hlm. 6.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=20736492#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Ministry of Information and the Art, 1996, Singapore Facts and Pictures 1996, Singapore, hlm. 19.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113682375357954629?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113682375357954629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113682375357954629' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113682375357954629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113682375357954629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/menilik-demokrasi-filipina-dan-budaya.html' title=''/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20736492.post-113682358069477484</id><published>2006-01-09T08:12:00.000-08:00</published><updated>2006-01-09T08:19:40.700-08:00</updated><title type='text'>Salam dan Selamat Datang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini gema takbir menemani saya merangkai blog ini. Esok hari raya Idul Adha 1426 H. Subhanallah! Semua terasa menyeruakan kesejukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini hadir tidak saja sebagai tempat saya mengalirkan muatan-muatan yang seperti hendak keluar dari tempurung otak, namun juga wilayah bagi saya dan teman-teman semua untuk bersama-sama belajar dan berdiskusi tentang &lt;span style="font-family:verdana;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;hubungan internasional&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; baik dalam ranah studi maupun fenomena-fenomena yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya blog ini tidak akan berasa keberadaannya jika teman-teman tidak mulai menggerakkan jari-jari untuk mengirimkan komentar tentang berbagai hal yang muncul di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakauh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20736492-113682358069477484?l=teras-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teras-dunia.blogspot.com/feeds/113682358069477484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20736492&amp;postID=113682358069477484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113682358069477484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20736492/posts/default/113682358069477484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teras-dunia.blogspot.com/2006/01/salam-dan-selamat-datang.html' title='Salam dan Selamat Datang'/><author><name>Hubungan Internasional</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15003232913245550766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i45.photobucket.com/albums/f71/studi-hi/Budi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
